“Tidaklah terhenti (sulit) permintaan yang kamu memintanya dengan Tuhanmu (mengenai masalah duniawi atau ukhrowi). Dan tidaklah mudah permintaan yang kamu memintanya itu dengan kekuatan dirimu sendiri”. (Syaikh Ibnu ‘Atho’Illah)
Sudah menjadi kodrat-Nya, bahwa manusia diciptakan dalam keadaan lemah dan tiada daya. Walau bagaimanapun kuatnya tubuh seseorang, walau dia pandai, cerdik, luas ilmunya dan pintar, namun tanpa pertolongan dari Allah dia tak akan mampu melakukan apapun.Maka berserah dirilah agar doa mudah dikabulkan, semakin kita menganggap lemah diri kita dan menyandarkan segalanya kepada Allah, semakin jernih doa kita.
Karena itu, sudah seharusnya apabila manusia senantiasa menyadarkan diri dan menyerahkan sepenuhnya segala persoalan yang dihadapi kepada Allah. Dengan permohonan atau permintaan yang kita sandarkan kepada Allah dan dengan keyakinan yang seyakin-yakinnya bahwa permintaan kita akan dikabulkan oleh-Nya, maka akan mudah bagi kita untuk menerima apa yang kita minta itu.
Selain itu, masih ada syarat-syarat lain yang harus dipenuhi untuk dikabulkannya sebuah doa. Syarat-syarat itu antara lain :
1. Hendaklah berdoa dengan sopan dan merendahkan diri.
Hal ini sesuai dengan perintah Allah dalam A-Qur’an Surat Al-A’rof ayat 55 yang artinya :
“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan merendahkan diri dan (dengan) suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang melampau batas.
2. Tidak minta agar segera dikabulkan doanya.
Hal ini sesuai dengan bunyi sebuah Hadist yang diriwayatkan oleh Bukhory dan Muslim yang artinya :
“Telah dikabulkan permohonan dari salah satu kalian selama ia tidak minta disegerakan. Beliau berkata : Sungguh aku telah berdoa kepada Tuhanmu, namun doaku belum dikabulkan”.
Dengan demikian, kami tegaskan sekali lagi, bahwasanya doa yang dikabulkan oleh Allah adalah doa yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan.








